Bentengi Diri dari Hoaks: Kampanye Cerdas di Sekolah Menengah Mula Diluncurkan!
Di era digital yang serba cepat, informasi menyebar tanpa henti, namun tak semua benar. Pelajar sekolah menengah, sebagai generasi digital native, sering menjadi sasaran empuk penyebaran hoaks. Menyadari urgensi ini, sejumlah sekolah menengah kini gencar meluncurkan kampanye anti-hoaks, membekali siswa dengan perisai pengetahuan.
Kampanye ini lahir dari keprihatinan bahwa hoaks dapat memicu kesalahpahaman, kebencian, bahkan tindakan merugikan. Oleh karena itu, sekolah mengambil peran krusial dalam membekali siswa dengan kemampuan membedakan fakta dan fiksi di tengah lautan informasi.
Melalui serangkaian lokakarya interaktif, seminar, dan materi edukasi, siswa diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Mereka diajarkan cara memverifikasi informasi, mengenali ciri-ciri hoaks seperti judul provokatif atau sumber tidak jelas, serta bertanggung jawab dalam berbagi konten di media sosial. Guru dan pegiat literasi digital turut dilibatkan untuk memberikan panduan praktis.
Tujuan utama kampanye ini bukan hanya untuk menghapus hoaks, melainkan membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan beretika dalam berinteraksi di dunia maya. Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan, menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan terpercaya bagi semua.
