Polisi Bubarkan Aksi Damai Mahasiswa, Kritik Tampak dari Khalayak

Pembubaran Aksi Damai: Demokrasi di Titik Uji, Kritik Publik Menggema

Baru-baru ini, sebuah aksi damai yang digagas oleh mahasiswa berakhir dengan pembubaran paksa oleh pihak kepolisian. Para mahasiswa menyuarakan beragam tuntutan, mulai dari isu kebijakan publik hingga korupsi, namun respons aparat dinilai berlebihan dan kontraproduktif.

Meskipun aksi tersebut berlangsung tertib dan damai, aparat beralasan pembubaran dilakukan demi menjaga ketertiban atau karena tidak memiliki izin. Namun, dalih ini justru memicu gelombang kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Khalayak luas mempertanyakan urgensi dan proporsionalitas tindakan kepolisian. Banyak yang melihat insiden ini sebagai bentuk pembungkaman hak berpendapat dan kebebasan berekspresi, yang merupakan pilar fundamental demokrasi. Pertanyaan besar muncul: Apakah aparat gagal memahami esensi kritik dan aspirasi publik, ataukah ada upaya sistematis untuk membatasi ruang gerak sipil?

Insiden pembubaran aksi damai ini bukan hanya sekadar peristiwa, melainkan cerminan dari tantangan serius terhadap ruang demokrasi dan hak-hak sipil di Indonesia. Pemerintah dan aparat dituntut untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap aspirasi, memastikan bahwa kebebasan bersuara tetap terjaga, bukan dibungkam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *