Berita  

Kartu Prakerja Diperluas: Apakah Efisien buat Pengangguran Terkini

Prakerja Meluas: Solusi Jitu atau Tantangan Baru Pengangguran?

Program Kartu Prakerja kembali menjadi sorotan dengan perluasan cakupannya, menawarkan harapan baru bagi jutaan pencari kerja dan mereka yang terdampak PHK. Inisiatif pemerintah ini bertujuan ganda: meningkatkan kompetensi angkatan kerja melalui pelatihan dan memberikan insentif finansial sementara. Namun, pertanyaan krusial muncul: seberapa efisien program ini dalam menjawab tantangan pengangguran terkini yang kompleks dan dinamis?

Potensi Efisiensi: Jembatan Menuju Keterampilan Baru
Dari sisi potensi, perluasan Prakerja adalah langkah positif. Dengan beragam pelatihan daring yang mencakup literasi digital hingga keterampilan teknis, program ini berupaya membekali peserta dengan skill yang relevan dengan pasar kerja saat ini dan di masa depan. Insentif finansial juga menjadi jaring pengaman sementara, membantu meringankan beban ekonomi sambil peserta berinvestasi pada diri mereka. Ini adalah upaya strategis untuk meningkatkan daya saing individu di tengah perubahan lanskap pekerjaan yang cepat, di mana adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan adalah kunci.

Tantangan Efisiensi: Relevansi dan Realitas Pasar Kerja
Namun, efisiensi Prakerja tidak lepas dari tantangan serius. Kualitas dan relevansi pelatihan menjadi kunci; apakah kursus yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri riil? Tanpa kurikulum yang relevan dan instruktur berkualitas, peningkatan keterampilan bisa menjadi semu.

Yang lebih fundamental, program pelatihan, seefisien apa pun, tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung oleh penciptaan lapangan kerja yang memadai. Jika jumlah lapangan kerja baru tidak sebanding dengan jumlah lulusan Prakerja, maka peningkatan keterampilan bisa berakhir pada "pengangguran terdidik." Selain itu, masalah kesenjangan digital (akses internet, perangkat, literasi teknologi) masih menghambat sebagian besar peserta di daerah terpencil atau kelompok rentan, mengurangi jangkauan dan dampak program.

Kesimpulan: Perlu Evaluasi Berkelanjutan dan Sinergi Lebih Kuat
Kartu Prakerja yang diperluas adalah alat yang berharga, namun bukan solusi tunggal. Efisiensinya bagi pengangguran terkini sangat bergantung pada evaluasi berkelanjutan terhadap relevansi pelatihan, kualitas penyedia, serta integrasinya dengan kebijakan penciptaan lapangan kerja yang lebih masif dan terstruktur.

Program ini memiliki potensi untuk menjadi jembatan bagi individu menuju peluang baru, asalkan ia tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada penyaluran kerja, sinergi dengan dunia usaha, dan mengatasi hambatan struktural di pasar kerja. Tanpa itu, Prakerja berisiko hanya menjadi ‘pertolongan pertama’ tanpa dampak transformatif jangka panjang bagi kemandirian ekonomi dan penyerapan pengangguran secara signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *