Mahasiswa Balik Turun ke Jalur Menggugat Pembaruan Sistem Pendidikan

Gelombang Mahasiswa: Menggugat Sistem Pendidikan, Menuntut Arah Baru!

Mahasiswa kembali "turun ke jalur," bukan hanya secara fisik di jalanan, tetapi juga melalui berbagai platform dan diskursus publik untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap sistem pendidikan. Ini menandakan kebangkitan kesadaran kritis bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas dan relevansi pendidikan yang diterima generasi muda.

Kritik utama berpusat pada kurikulum yang dianggap usang, kurang adaptif terhadap tuntutan zaman dan dinamika pasar kerja global. Mereka juga menyoroti kesenjangan akses, fasilitas yang tidak merata di berbagai daerah, serta kualitas pengajaran yang belum optimal. Isu biaya pendidikan yang kian memberatkan, transparansi anggaran, hingga praktik-praktik birokrasi yang menghambat inovasi, kerap menjadi pemicu utama gerakan ini.

Gerakan mahasiswa menuntut pembaruan fundamental: kurikulum yang adaptif dan inovatif, pemerataan akses dan kualitas di seluruh wilayah, tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta pelibatan aktif mahasiswa dalam perumusan kebijakan pendidikan. Mereka menginginkan sistem yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga individu yang kritis, kreatif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal yang relevan.

Suara mahasiswa adalah cerminan aspirasi generasi penerus bangsa. Mengabaikan gugatan mereka berarti mengabaikan potensi masa depan. Sudah saatnya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan serius mendengarkan, membuka ruang dialog, dan bertindak konkret menjadikan reformasi sistem pendidikan sebagai prioritas utama demi kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *