Berita  

Kekerasan di Badan Sosialisasi Terjadi Lagi

Ketika Wadah Pembinaan Menjadi Ancaman: Kekerasan di Badan Sosialisasi Kembali Mencuat

Berita kekerasan di institusi yang seharusnya menjadi garda depan pembentukan karakter dan moral kembali mencuat. Fenomena ini, yang sayangnya bukan hal baru, menimbulkan keprihatinan mendalam dan mempertanyakan esensi dari ‘badan sosialisasi’ itu sendiri.

Kasus-kasus ini, mulai dari perundungan fisik hingga tekanan psikologis, tidak hanya meninggalkan luka fisik yang nyata, tetapi juga trauma psikis jangka panjang. Alih-alih membina, praktik kekerasan justru merusak mental, menumbuhkan ketakutan, dan menghancurkan kepercayaan diri para individu yang seharusnya dibimbing. Ironisnya, tempat yang diharapkan menjadi ‘rumah kedua’ untuk belajar dan berkembang, justru menjadi sumber ancaman.

Akar masalahnya seringkali kompleks: dari kurangnya pengawasan yang efektif, budaya senioritas atau hierarki yang disalahgunakan, hingga pemahaman yang keliru tentang disiplin dan pembinaan. Lingkungan yang tertutup dan ketakutan korban untuk melapor juga memperparah kondisi, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

Sudah saatnya kita tidak lagi mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun di lembaga-lembaga ini. Diperlukan tindakan tegas, sistem pengawasan yang transparan, sanksi yang adil, serta perubahan paradigma dalam metode pembinaan. Badan sosialisasi harus kembali menjadi tempat yang aman, inspiratif, dan benar-benar membentuk karakter positif, bukan justru menjadi sumber ancaman dan trauma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *