Berita  

Penduduk Kepulauan Susah Akses Informasi serta Internet

Jendela Dunia yang Tertutup: Perjuangan Akses Informasi di Kepulauan

Di balik keindahan alam kepulauan yang memukau, tersembunyi sebuah ironi modern: jutaan penduduknya masih berjuang keras untuk mengakses informasi dan internet. Bagi mereka, ‘dunia dalam genggaman’ hanyalah frasa kosong, terhalang oleh lautan dan minimnya infrastruktur.

Kesenjangan digital ini bukan tanpa alasan. Geografi yang tersebar, biaya infrastruktur yang mahal untuk memasang menara sinyal atau kabel serat optik di dasar laut, serta keterbatasan pasokan listrik, menjadi tembok penghalang utama. Solusi satelit pun seringkali terlalu mahal dan tidak stabil, membuat komunikasi dan akses informasi menjadi kemewahan yang sulit diraih.

Dampak dari isolasi informasi ini sangat luas dan mendalam. Anak-anak sekolah kesulitan mengakses materi pelajaran daring, petani dan nelayan tertinggal informasi harga pasar atau cuaca penting, serta akses ke layanan kesehatan digital atau informasi darurat menjadi mimpi belaka. Mereka terputus dari perkembangan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di luar pulau mereka, memperlebar jurang kesenjangan digital dan pembangunan.

Kisah penduduk kepulauan ini adalah pengingat bahwa akses informasi dan internet bukan lagi kemewahan, melainkan hak dasar. Diperlukan komitmen serius dari berbagai pihak – pemerintah, swasta, dan masyarakat – untuk menjembatani kesenjangan ini. Hanya dengan begitu, ‘jendela dunia’ bisa benar-benar terbuka bagi semua, termasuk mereka yang hidup di tengah samudra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *