Penduduk Kepulauan Susah Akses Informasi serta Internet

Terisolasi dalam Informasi: Jeritan Digital dari Pulau-Pulau Terpencil

Di tengah derasnya arus informasi dan konektivitas digital yang merajalela, ada sudut-sudut negeri yang masih terdiam, terputus dari gemuruh dunia maya. Mereka adalah penduduk di pulau-pulau terpencil Nusantara, yang akses terhadap internet dan informasi modern masih menjadi barang mewah, bahkan ilusi.

Keterbatasan ini bukan tanpa alasan. Geografi yang menantang, dengan lautan luas sebagai pemisah, mempersulit pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti menara BTS dan jaringan serat optik. Biaya investasi yang tinggi seringkali dianggap tidak sebanding dengan potensi pasar yang kecil, membuat operator enggan masuk. Ditambah lagi, kendala pasokan listrik yang tidak stabil atau bahkan tidak ada sama sekali menjadi hambatan krusial bagi operasional perangkat digital.

Dampaknya sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak kesulitan mengakses materi pelajaran daring, petani dan nelayan tertinggal informasi harga pasar terkini atau prakiraan cuaca, sementara akses ke layanan kesehatan dan pemerintahan menjadi lambat dan rumit. Mereka rentan terhadap informasi yang tidak akurat dan terpinggirkan dari berbagai peluang ekonomi dan sosial yang ditawarkan era digital. Jurang kesenjangan digital semakin menganga, mengancam pemerataan pembangunan.

Maka, memastikan akses informasi dan internet yang merata bagi penduduk pulau terpencil bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ini adalah investasi vital untuk mencerdaskan bangsa, menggerakkan ekonomi lokal, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam kemajuan digital. Pemerintah dan berbagai pihak terkait harus terus berkolaborasi untuk merajut jaring-jaring digital hingga ke pelosok terjauh, mengubah jeritan digital menjadi nyanyian harapan dan kemajuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *