Kartu Prakerja Diperluas: Peluang Emas atau Jaring Pengaman Semu untuk Pengangguran Terkini?
Di tengah dinamika pasar kerja yang tak menentu dan lonjakan angka pengangguran, program Kartu Prakerja kembali diperluas. Program yang memadukan pelatihan keterampilan dan insentif finansial ini diharapkan menjadi solusi adaptif. Namun, seberapa efisienkah ia bagi para penganggur terkini?
Peluang Emas:
Program Prakerja menawarkan akses pada pelatihan yang beragam, mulai dari digital marketing hingga barista, membuka pintu bagi peningkatan skill dan reskilling. Bagi banyak penganggur, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja yang berubah. Insentif tunai pasca-pelatihan juga berfungsi sebagai "penyambung hidup" sementara, meringankan beban ekonomi saat mencari pekerjaan. Fleksibilitas pelatihan online juga memudahkan akses bagi mereka di berbagai wilayah.
Jaring Pengaman Semu:
Meski demikian, efisiensinya bagi pengangguran terkini masih menjadi perdebatan. Tantangan utama terletak pada relevansi pelatihan dengan kebutuhan riil industri dan kualitas penyedia pelatihan yang bervariasi. Tidak semua pelatihan berujung pada penempatan kerja langsung, bahkan seringkali tidak ada jaminan. Bagi sebagian penerima, insentif tunai menjadi daya tarik utama dibandingkan esensi pelatihan itu sendiri. Kesenjangan digital juga masih menjadi kendala bagi mereka yang minim akses internet atau perangkat.
Kesimpulan:
Kartu Prakerja yang diperluas adalah instrumen penting yang dapat menjadi pilar peningkatan kapasitas angkatan kerja. Namun, agar benar-benar efisien dan bukan sekadar "jaring pengaman semu", program ini membutuhkan evaluasi berkelanjutan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri yang spesifik, serta pendampingan pasca-pelatihan yang lebih kuat hingga ke penempatan kerja. Ini bukan solusi tunggal, melainkan salah satu pilar yang harus didukung kebijakan ketenagakerjaan komprehensif lainnya untuk benar-benar mengentaskan pengangguran secara berkelanjutan.
