Kebakaran Pasar Konvensional Rampas Mata Pencaharian Penduduk

Jilatan Api, Gigitan Kelaparan: Ketika Pasar Konvensional Ludes, Rezeki pun Terenggut

Kebakaran pasar konvensional adalah bencana berulang yang dampaknya jauh melampaui kerugian material. Ia bukan sekadar melahap bangunan, melainkan juga merampas tuntas mata pencarian ribuan penduduk, terutama para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya di sana.

Bagi para pedagang, pasar adalah jantung kehidupan ekonomi mereka. Seluruh modal usaha, stok barang dagangan, hingga tempat berinteraksi dengan pelanggan, ludes dalam sekejap. Tragedi ini seringkali membuat mereka kehilangan segalanya, terjerat utang, dan terpaksa memulai dari nol tanpa bekal yang memadai. Ini adalah pukulan telak bagi UMKM, tulang punggung ekonomi rakyat yang rentan terhadap guncangan.

Dampak kebakaran pasar tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga pemasok, pekerja angkut, hingga konsumen yang kehilangan akses pasar terjangkau. Rantai ekonomi terputus, memicu efek domino yang meluas. Ironisnya, banyak dari pasar ini yang kurang memiliki sistem keamanan modern, seperti instalasi listrik yang usang atau minimnya alat pemadam kebakaran.

Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci utama. Tata kelola kelistrikan yang aman, ketersediaan alat pemadam, serta edukasi tentang bahaya api adalah investasi krusial untuk melindungi aset ekonomi dan sosial ini. Kebakaran pasar adalah cermin kerapuhan ekonomi rakyat. Dibutuhkan sinergi pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang untuk membangun pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga tangguh dan aman dari ancaman api. Hanya dengan begitu, denyut nadi ekonomi rakyat bisa terus berdetak tanpa terhenti oleh jilatan bara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *