Pekerja Bebas Menuntut Perlindungan serta Agunan Sosial

Merdeka Kerja, Merdeka Jaminan: Desakan Pekerja Bebas Akan Agunan Sosial

Era digital telah melahirkan gelombang pekerja bebas atau freelancer yang kian masif. Fleksibilitas dan otonomi menjadi daya tarik utama, namun di balik kemerdekaan bekerja ini, tersimpan kerentanan besar: ketiadaan perlindungan dan agunan sosial yang layak. Kini, suara-suara menuntut perubahan semakin nyaring.

Berbeda dengan karyawan tetap yang terlindungi oleh berbagai tunjangan dan jaminan sosial, pekerja bebas seringkali berjuang sendiri. Mereka tidak memiliki gaji bulanan, tunjangan kesehatan, apalagi jaminan hari tua atau perlindungan dari risiko kecelakaan kerja. Ketidakpastian pendapatan dan absennya jaring pengaman sosial ini menciptakan jurang ketidakamanan ekonomi yang dalam, terutama saat sakit, terjadi musibah, atau memasuki usia senja.

Maka, desakan untuk mendapatkan akses setara terhadap jaminan sosial—seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga skema pensiun yang adaptif—bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak. Pemerintah, platform penyedia kerja gig, dan para pemangku kepentingan dituntut untuk berinovasi menciptakan kerangka kerja yang mengakui status pekerja bebas. Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, melainkan pengakuan atas kontribusi besar mereka terhadap ekonomi kreatif dan hak dasar atas kehidupan yang layak.

Perlindungan sosial bagi pekerja bebas adalah investasi untuk masa depan ekosistem kerja yang lebih adil, berkelanjutan, dan bermartabat. Sudah saatnya kemerdekaan bekerja sejalan dengan kemerdekaan dari rasa cemas akan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *