Berita  

Pendataan Masyarakat Sedang Terkendala di Kawasan 3T

Potret Buram Data: Mengurai Kendala Pendataan di Kawasan 3T

Data adalah tulang punggung perencanaan dan kebijakan yang tepat sasaran. Namun, di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Indonesia, upaya pendataan masyarakat seringkali menghadapi tantangan pelik, meninggalkan "potret buram" yang menghambat pembangunan yang inklusif.

Kendala utama bermula dari aksesibilitas geografis yang ekstrem. Wilayah 3T kerap berupa pegunungan terjal, pulau-pulau terpencil, atau hutan lebat tanpa akses jalan yang memadai. Kondisi ini membuat mobilitas petugas pendata sangat sulit dan mahal, bahkan berbahaya.

Selanjutnya, minimnya infrastruktur komunikasi dan listrik menjadi penghalang krusial. Jaringan internet atau seluler yang tidak ada, serta ketiadaan sumber daya listrik, mempersulit penggunaan teknologi digital untuk pendataan. Pengiriman data secara real-time atau penggunaan aplikasi pendataan modern menjadi mustahil, memaksa petugas kembali ke metode manual yang rentan kesalahan dan lambat.

Dari sisi sumber daya manusia dan sosial, kendala juga tak kalah besar. Keterbatasan jumlah petugas pendata yang terlatih, ditambah tingkat literasi masyarakat yang beragam, resistensi budaya, atau bahkan perbedaan bahasa lokal, seringkali menjadi hambatan dalam memperoleh data yang akurat dan lengkap. Kepercayaan masyarakat terhadap pendata juga perlu dibangun dengan pendekatan yang sensitif.

Dampak dari potret buram data ini sangat serius. Perencanaan pembangunan menjadi tidak efektif, program bantuan sosial sering salah sasaran, dan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan 3T luput dari perhatian. Mereka yang paling membutuhkan justru menjadi kelompok yang paling "tidak terlihat" dalam statistik nasional.

Untuk mengatasi ini, inovasi dan kolaborasi adalah kunci. Pemanfaatan teknologi satelit, drone untuk pemetaan, hingga pelatihan intensif bagi masyarakat lokal sebagai agen pendata, perlu didorong. Pendekatan yang adaptif dan partisipatif, dengan memahami konteks lokal, adalah langkah penting agar data di kawasan 3T tidak lagi menjadi misteri, melainkan cermin nyata untuk pembangunan yang adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *