Polisi Bubarkan Aksi Damai Mahasiswa, Kritik Tampak dari Khalayak

Damai Dirampas, Demokrasi Dipertanyakan: Kala Suara Mahasiswa Dibungkam, Publik Menggugat

Baru-baru ini, sebuah aksi damai mahasiswa yang menyuarakan aspirasi terkait isu-isu krusial harus berakhir dengan pembubaran paksa oleh aparat kepolisian. Insiden ini, yang terekam jelas dan tersebar luas, sontak memicu gelombang kritik tajam dari berbagai lapisan masyarakat.

Khalayak mempertanyakan urgensi dan proporsionalitas tindakan aparat. Mengingat sifat aksi yang damai, tanpa provokasi kekerasan, dan berpegang pada hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, pembubaran paksa ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman demokrasi. Banyak pihak merasa kecewa dan menilai bahwa tindakan tersebut mencederai kebebasan berekspresi serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Peristiwa ini menjadi alarm penting. Ia mengingatkan kita akan esensi demokrasi yang menjunjung tinggi dialog dan kebebasan bersuara. Kehadiran polisi seharusnya sebagai pengayom dan fasilitator, bukan pengekang aspirasi. Insiden ini menyoroti kembali urgensi menjaga ruang demokrasi agar perbedaan pendapat dapat disalurkan secara aman dan dihormati, tanpa harus berujung pada benturan yang merugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *