Bayang-Bayang Pemadaman: Ribuan Siswa Teruji di Tengah Gelapnya Ujian Nasional
Momen Ujian Nasional, yang seharusnya menjadi ajang pembuktian hasil belajar, justru diwarnai tantangan tak terduga bagi ribuan anak didik di berbagai daerah: pemadaman listrik. Insiden ini, yang terjadi di tengah sesi ujian yang krusial, telah menimbulkan dampak serius pada konsentrasi, kinerja, dan kondisi psikologis para siswa.
Ketika lampu tiba-tiba padam, suasana hening yang dibutuhkan untuk fokus seketika tergantikan oleh kecemasan dan kebingungan. Bagi ujian berbasis komputer, pemadaman berarti terhentinya sistem, risiko kehilangan data, dan hilangnya waktu berharga. Sementara bagi ujian tertulis, kegelapan memaksa siswa untuk menghentikan pekerjaan mereka, menunggu dalam ketidakpastian, dan berusaha mengembalikan fokus yang sudah buyar.
Dampak psikologisnya tidak bisa diremehkan. Stres tambahan dan perasaan tidak adil menghantui para peserta ujian yang sudah berada di bawah tekanan. Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan sesaat, melainkan juga mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko dalam pelaksanaan agenda pendidikan nasional.
Insiden ini menjadi alarm bagi semua pihak terkait. Demi menjamin hak setiap anak untuk diuji secara adil dan dalam kondisi optimal, perlu langkah konkret dari penyedia listrik dan penyelenggara pendidikan. Ketersediaan listrik yang stabil adalah prasyarat dasar. Kita harus memastikan bahwa "terang" selalu menyertai perjalanan pendidikan mereka, bahkan di saat-saat paling krusial sekalipun.


