Badan Swadaya Publik Ucap Kualitas Pendidikan Berkurang

Mutu Pendidikan Terancam: Peringatan Keras dari Masyarakat Sipil

Badan-badan swadaya publik (LSM) di Indonesia mulai menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi kualitas pendidikan nasional. Mereka melihat adanya tren penurunan yang mengkhawatirkan, menjadi alarm bagi semua pihak yang peduli terhadap masa depan bangsa.

Menurut berbagai kajian yang dilakukan oleh LSM, penurunan kualitas ini didasari oleh beberapa faktor. Pertama, kurikulum yang kerap berubah tanpa evaluasi mendalam dan implementasi yang belum merata. Kedua, kompetensi guru yang belum sepenuhnya merata, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan metode pembelajaran inovatif. Ketiga, kesenjangan infrastruktur dan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih sangat lebar. Terlebih lagi, dampak pandemi COVID-19 disinyalir memperparah ‘learning loss’ atau kehilangan pembelajaran yang signifikan.

LSM mengingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, masa depan generasi muda Indonesia akan terancam. Daya saing bangsa di kancah global dapat menurun drastis, mengingat pendidikan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Peringatan dari masyarakat sipil ini bukanlah kritik semata, melainkan ajakan untuk bertindak. Diperlukan kolaborasi serius antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan orang tua untuk mengevaluasi secara menyeluruh dan melakukan reformasi pendidikan yang berkelanjutan. Hanya dengan langkah konkret dan terpadu, kualitas pendidikan nasional dapat kembali ditingkatkan demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *