Berita  

Darurat Kotor Perkotaan Harus Jalan keluar Berkepanjangan

Bersih Bukan Semalam: Mengurai Darurat Kotor Perkotaan dengan Solusi Berkelanjutan

Tumpukan sampah yang menggunung, bau tak sedap yang menusuk, dan saluran air yang tersumbat adalah pemandangan umum di banyak kota. Ini bukan hanya masalah estetika, melainkan darurat kesehatan dan lingkungan yang membutuhkan jalan keluar berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sporadis.

Dampak langsungnya jelas: penyebaran penyakit, pencemaran tanah dan air, hingga risiko banjir yang meningkat. Namun, di baliknya, ada akar masalah kompleks: pertumbuhan populasi, pola konsumsi, infrastruktur yang belum memadai, serta kesadaran masyarakat yang bervariasi.

Solusi jangka panjang harus dimulai dari hulu hingga hilir. Penguatan infrastruktur pengelolaan sampah mutlak diperlukan: dari tempat pembuangan akhir (TPA) modern yang ramah lingkungan, fasilitas daur ulang yang efisien, hingga inovasi pengolahan sampah menjadi energi.

Namun, infrastruktur tanpa kesadaran adalah sia-sia. Edukasi masif tentang 3R (Reduce, Reuse, Recycle) harus digalakkan sejak dini, mengubah paradigma ‘buang’ menjadi ‘kelola’. Partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah di sumbernya adalah kunci.

Regulasi yang tegas dan penegakan hukum terhadap pelanggar kebersihan harus berjalan beriringan dengan insentif bagi mereka yang taat. Terakhir, kolaborasi multipihak—pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas—adalah mesin penggerak perubahan sistemik.

Darurat kotor perkotaan adalah cerminan dari tantangan keberlanjutan. Untuk keluar dari lingkaran setan ini, kita membutuhkan komitmen bersama, investasi berkelanjutan, dan perubahan perilaku kolektif. Hanya dengan begitu, kota kita bisa menjadi ruang yang bersih, sehat, dan lestari, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *