Gelombang PHK di Pabrik Garmen Ancam Kemantapan Sosial

Badai PHK Garmen: Mengancam Jantung Stabilitas Sosial

Industri garmen, yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja besar-besaran, kini diterpa badai hebat. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di pabrik-pabrik garmen bukan lagi sekadar berita ekonomi, melainkan alarm merah bagi kemantapan sosial bangsa.

Menurunnya permintaan global, inflasi yang menekan daya beli masyarakat, hingga perubahan tren pasar secara cepat, menjadi pemicu utama ribuan pekerja – mayoritas perempuan dan seringkali menjadi tulang punggung keluarga – harus kehilangan mata pencarian mereka secara mendadak. Dampaknya menjalar jauh lebih dalam dari sekadar angka pengangguran.

Secara sosial, PHK ini memicu peningkatan angka kemiskinan, tekanan ekonomi dalam rumah tangga yang ekstrem, potensi keretakan keluarga, hingga ancaman putus sekolah bagi anak-anak. Di daerah-daerah sentra industri garmen, situasi ini berpotensi menciptakan ketidakpuasan, keresahan, dan mengikis rasa aman serta stabilitas sosial yang telah terbangun. Tanpa solusi komprehensif, gelombang PHK ini berisiko menjadi krisis sosial yang lebih luas, menggoyahkan fondasi ketahanan masyarakat dan bangsa.

Exit mobile version