Kampanye Anti-Hoaks Dikeluarkan di Sekolah Menengah

Benteng Informasi: Sekolah Menengah Lawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, informasi mengalir deras tanpa henti, namun tak semua valid. Hoaks atau berita bohong telah menjadi ancaman serius yang mampu memecah belah dan menyesatkan. Menyadari urgensi tersebut, kini kampanye anti-hoaks gencar diluncurkan di berbagai sekolah menengah sebagai benteng pertahanan pertama bagi generasi muda.

Pelajar adalah garda terdepan pengguna aktif internet dan media sosial. Mereka rentan terpapar dan bahkan tanpa sadar menyebarkan hoaks. Kampanye ini hadir untuk membekali mereka bukan hanya tentang membedakan fakta dan fiksi, tapi juga membangun karakter kritis dan bertanggung jawab di ruang digital.

Melalui serangkaian workshop, seminar, dan diskusi interaktif, pelajar diajarkan keterampilan dasar literasi digital. Mulai dari cara memverifikasi sumber informasi, mengenali pola berita palsu, hingga pentingnya berpikir sebelum berbagi informasi. Guru berperan sebagai fasilitator, membimbing siswa untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam memerangi penyebaran hoaks.

Diharapkan, setelah mengikuti kampanye ini, setiap pelajar memiliki ‘filter’ pribadi yang kuat. Mereka akan lebih bijak dalam mencerna informasi, tidak mudah termakan isu provokatif, dan menjadi kontributor positif dalam ekosistem informasi yang sehat. Menciptakan generasi yang cerdas dan berintegritas di era digital, itulah tujuan utama kampanye anti-hoaks di sekolah menengah.

Exit mobile version