Kartu Prakerja Diperluas: Apakah Efisien buat Pengangguran Terkini

Kartu Prakerja Diperluas: Benarkah Kunci Efisien untuk Pengangguran Terkini?

Program Kartu Prakerja, yang mulanya lahir sebagai respons terhadap tantangan pasar kerja, kini semakin diperluas cakupannya. Dengan janji meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja, program ini menjadi sorotan, terutama bagi para pengangguran terkini yang menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun, seberapa efisienkah ekspansi ini dalam menjawab kebutuhan riil mereka?

Potensi Efisiensi: Jembatan Keterampilan Baru

Di satu sisi, perluasan Kartu Prakerja membawa potensi efisiensi yang menjanjikan. Program ini menawarkan akses ke berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, mulai dari keterampilan digital, kewirausahaan, hingga keahlian teknis spesifik. Bagi pengangguran yang baru lulus atau terdampak PHK, ini adalah kesempatan emas untuk "re-skill" atau "up-skill" tanpa biaya besar. Fleksibilitas pelatihan daring juga memungkinkan partisipan dari berbagai daerah untuk mengaksesnya, memperkecil kesenjangan geografis. Insentif finansial, meski tak besar, juga dapat membantu meringankan beban sementara.

Tantangan dan Pertanyaan Efisiensi: Lebih dari Sekadar Angka

Namun, efisiensi Kartu Prakerja tidak datang tanpa pertanyaan. Tantangan utama terletak pada kualitas dan relevansi pelatihan yang ditawarkan. Apakah semua kursus benar-benar mampu menghasilkan kompetensi yang dicari industri? Sejauh mana program ini benar-benar mampu menjembatani peserta dengan lapangan kerja nyata setelah pelatihan, bukan hanya sekadar memberikan sertifikat?

Masalah lain adalah digital divide; tidak semua pengangguran memiliki akses memadai ke internet atau perangkat digital. Selain itu, motivasi peserta juga bervariasi; ada yang sungguh ingin belajar, ada pula yang lebih berorientasi pada insentif. Tanpa evaluasi mendalam terhadap dampak jangka panjang terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan, efisiensi program ini bisa jadi hanya diukur dari jumlah peserta yang dilayani, bukan dari hasil nyata yang mengubah nasib pengangguran.

Kesimpulan: Niat Baik, Butuh Evaluasi Berkelanjutan

Kartu Prakerja yang diperluas adalah upaya pemerintah yang patut diapresiasi dalam investasi sumber daya manusia. Program ini memiliki niat baik dan potensi besar untuk membekali pengangguran dengan keterampilan relevan. Namun, untuk benar-benar efisien, program ini harus terus-menerus dievaluasi, disempurnakan kurikulumnya agar sejalan dengan kebutuhan industri, serta diperkuat mekanisme penyerapan tenaga kerjanya. Tanpa adaptasi dan pengawasan ketat, program ini mungkin hanya menjadi "penyelamat sementara" alih-alih "kunci efisien" yang membuka pintu masa depan bagi pengangguran terkini.

Exit mobile version