Kota Pantas Anak Sedang Jauh dari Impian di Banyak Kawasan

Mimpi Terjauh: Mengapa Kota Layak Anak Masih Jadi Impian di Banyak Kawasan

Konsep "Kota Layak Anak" (KLA) adalah cita-cita luhur: sebuah lingkungan di mana setiap anak dapat tumbuh, bermain, belajar, dan berpartisipasi dengan aman, sehat, dan bahagia. Namun, di banyak kawasan, realitasnya masih jauh dari impian yang digambarkan.

Kenyataan pahitnya, banyak kota belum mampu menyediakan elemen dasar KLA. Ruang publik yang aman dan hijau untuk bermain kian langka, tergantikan oleh bangunan beton atau area yang rawan bahaya. Anak-anak kerap menghadapi ancaman polusi, lalu lintas padat, hingga kejahatan dan perundungan (bullying) baik di dunia nyata maupun maya. Akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang terjangkau, dan nutrisi yang memadai seringkali menjadi kemewahan, bukan hak. Suara anak-anak dalam perencanaan kota pun kerap terabaikan, membuat kebijakan seringkali tidak relevan dengan kebutuhan mereka.

Kondisi ini berdampak serius pada tumbuh kembang mereka. Anak-anak kehilangan masa kanak-kanak yang seharusnya penuh eksplorasi dan kegembiraan. Potensi mereka terhambat, menciptakan generasi yang mungkin kurang siap menghadapi tantangan masa depan. Ini bukan hanya kerugian bagi anak, tetapi juga bagi masa depan bangsa.

Mewujudkan Kota Layak Anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan komitmen kuat, kebijakan yang berpihak pada anak, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang benar-benar memprioritaskan kesejahteraan dan hak-hak anak. Barulah impian tentang kota di mana setiap anak bisa tumbuh, bermain, dan bermimpi dengan aman dan bahagia, bisa benar-benar terwujud.

Exit mobile version