Pendidikan Digugat! Mahasiswa Turun Tangan untuk Perubahan
Gelombang baru kesadaran menyapu kampus-kampus. Mahasiswa, dengan semangat kritisnya, kembali turun ke "jalur" perjuangan. Bukan sekadar protes kosong, melainkan gugatan mendalam terhadap sistem pendidikan yang dinilai belum relevan dan berkeadilan.
Inti tuntutan mereka jelas: pembaruan fundamental. Kurikulum yang usang, biaya pendidikan yang kian memberatkan, kesenjangan akses, hingga kualitas lulusan yang seringkali tidak sejalan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa melihat pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa, bukan sekadar pabrik pencetak pekerja. Mereka mendambakan sistem yang mendorong pemikiran kritis, inovasi, dan kemandirian, bukan sekadar hafalan dan kepatuhan.
Aksi mereka beragam, dari diskusi publik, kajian ilmiah, hingga advokasi kebijakan. Mereka memanfaatkan platform digital untuk menyuarakan analisis dan solusi, mengedukasi masyarakat, serta menekan para pembuat kebijakan. Peran mahasiswa sebagai agen perubahan tidak bisa diremehkan; mereka adalah suara kebenaran yang seringkali lantang di tengah kebuntuan.
Gugatan mahasiswa bukan sekadar keluhan, melainkan undangan serius untuk introspeksi. Ini adalah momentum untuk meninjau ulang fondasi pendidikan kita. Mendengarkan suara mereka berarti berinvestasi pada masa depan yang lebih cerah dan sistem pendidikan yang benar-benar berpihak pada kemajuan bangsa.
