Alarm Merah DBD: Rumah Sakit Penuh, Pelayanan Kritis!
Gelombang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali melanda berbagai daerah, menciptakan situasi darurat kesehatan yang mengkhawatirkan. Peningkatan drastis jumlah pasien DBD menyebabkan banyak rumah sakit kewalahan dan beroperasi di ambang batas kapasitasnya.
Ruang perawatan, khususnya bangsal anak dan penyakit dalam, melaporkan tingkat hunian (Bed Occupancy Rate/BOR) yang jauh di atas kapasitas normal. Unit Gawat Darurat (UGD) dipadati antrean pasien dengan gejala DBD, menciptakan tekanan luar biasa bagi tenaga medis yang sudah bekerja keras. Kondisi ini tidak hanya berpotensi menurunkan kualitas pelayanan, tetapi juga menunda penanganan bagi pasien lain yang membutuhkan.
Situasi ini diperparah oleh musim penghujan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pentingnya pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan.
Wabah DBD bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan panggilan untuk aksi kolektif. Tanpa upaya bersama dari pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, krisis ini berpotensi semakin memburuk dan memakan lebih banyak korban.
