Badan Swadaya Publik Ucap Kualitas Pendidikan Berkurang

Alarm Merah Pendidikan: Swadaya Publik Soroti Penurunan Kualitas

Badan Swadaya Publik (BSP) di Indonesia secara kolektif menyuarakan keprihatinan mendalam terkait penurunan kualitas pendidikan di tanah air. Sebagai mata dan telinga masyarakat, mereka menyoroti berbagai indikator yang menunjukkan adanya kemunduran signifikan dalam sistem pendidikan.

Kekhawatiran utama meliputi kompetensi guru yang belum merata, kurikulum yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan zaman, serta fasilitas belajar mengajar yang masih timpang antar daerah. Selain itu, hasil evaluasi terhadap capaian belajar siswa juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, terutama dalam literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir kritis. Aspek pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat juga menjadi sorotan tajam.

Penurunan mutu pendidikan ini, menurut BSP, berpotensi besar menghambat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing di masa depan. Oleh karena itu, BSP mendesak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Revisi kurikulum, peningkatan kapasitas guru, perbaikan infrastruktur, serta evaluasi sistematis adalah beberapa rekomendasi yang disampaikan.

Suara dari Badan Swadaya Publik ini menjadi lonceng peringatan penting. Perbaikan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

Exit mobile version