Alarm Merah Keselamatan Bus Sekolah: Tragedi Berulang Akibat Lalai Perawatan
Musibah bus sekolah akibat perawatan yang buruk kembali terjadi, menyorot kelalaian fatal yang membahayakan nyawa anak-anak. Insiden-insiden ini bukan lagi sekadar kecelakaan, melainkan pengingat pahit akan sistem pengawasan yang lemah dan tanggung jawab yang terabaikan.
Seringkali, insiden ini berakar pada kondisi kendaraan yang tidak layak jalan: rem blong, ban aus, mesin usang, hingga fasilitas keselamatan yang minim. Bus-bus yang seharusnya aman mengantar generasi penerus bangsa justru berubah menjadi ancaman bergerak di jalan raya. Kondisi ini bukan hanya menyebabkan cedera fisik, tapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para siswa dan orang tua.
Pertanyaan besar muncul: Siapa yang bertanggung jawab? Jelas, kelalaian ada pada pihak operator yang abai perawatan, pihak sekolah yang kurang pengawasan, dan pemerintah yang belum optimal dalam penegakan regulasi standar keselamatan. Evaluasi berkala dan sanksi tegas seringkali hanya menjadi wacana, bukan praktik.
Sudah saatnya semua pihak serius. Perawatan berkala yang ketat, inspeksi mendalam, penegakan hukum tegas, serta kesadaran kolektif adalah kunci. Nyawa anak-anak adalah prioritas utama yang tak bisa ditawar. Jangan sampai ada lagi tragedi yang berulang hanya karena kita lalai menjaga amanah.
