Berita  

Wabah DBD Menyebar Rumah Sakit Penuh

Alarm Merah DBD: Rumah Sakit Penuh, Waspada Serentak!

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menunjukkan taringnya, menyebar luas dan menyebabkan lonjakan drastis pasien di berbagai daerah. Situasi ini memicu ‘alarm merah’ di fasilitas kesehatan, dengan rumah sakit mulai kewalahan menampung pasien yang terus berdatangan.

Jumlah kasus DBD terus meningkat tajam, terutama seiring perubahan musim dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Akibatnya, banyak rumah sakit melaporkan kapasitas tempat tidur yang penuh, bahkan harus mendirikan tenda darurat atau menempatkan pasien di lorong. Tenaga medis pun berjibaku di tengah keterbatasan, berjuang memberikan penanganan terbaik bagi pasien yang terus berdatangan dengan berbagai tingkat keparahan.

Menyikapi kondisi ini, upaya pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat diimbau untuk lebih aktif melakukan ‘3M Plus’: Menguras, Menutup, Mendaur ulang/Mengubur tempat penampungan air, serta Menabur bubuk abate, memelihara ikan pemakan jentik, dan menggunakan losion antinyamuk. Peran serta komunitas dalam kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sangat krusial untuk memutus rantai penularan. Pemerintah daerah juga didorong untuk mengintensifkan sosialisasi, pengasapan (fogging) di titik rawan, dan memastikan ketersediaan sarana prasarana kesehatan.

Wabah DBD bukan hanya masalah medis, tetapi juga tantangan kolektif. Dengan kewaspadaan dini, tindakan preventif yang masif, dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan dan beban rumah sakit dapat diringankan.

Exit mobile version