Badan Swadaya Publik Ucap Kualitas Pendidikan Berkurang

Alarm Pendidikan Berbunyi: Masyarakat Sipil Soroti Penurunan Kualitas

Baru-baru ini, berbagai badan swadaya publik atau organisasi masyarakat sipil (OMS) yang fokus pada isu pendidikan menyuarakan kekhawatiran mendalam. Mereka secara tegas menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Menurut pengamatan mereka, penurunan ini tidak hanya dipicu oleh dampak pandemi COVID-19 yang memperlebar kesenjangan belajar, tetapi juga oleh tantangan mendasar seperti kualitas guru yang belum merata, relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman, serta infrastruktur pendidikan yang masih belum memadai di banyak daerah. Ketimpangan akses terhadap teknologi dan sumber daya belajar juga turut memperburuk kondisi.

Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak serius pada masa depan generasi muda Indonesia. Mereka berpotensi kehilangan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global, serta menghadapi kesulitan dalam menghadapi tantangan era digital dan industri 4.0.

Masyarakat sipil menyerukan agar pemerintah dan semua pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan komunitas, bersinergi lebih kuat. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan, peningkatan investasi pada pengembangan guru, serta inovasi dalam metode pembelajaran. Suara dari badan swadaya publik ini menjadi alarm penting bagi kita semua untuk tidak menunda upaya perbaikan demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Exit mobile version